Saya sharing contoh yang pernah saya alami...
Tempo hari, SIM A-C saya Tewas dan harus ngurus SIM ... di Surabaya, setelah loket sana loket sini, saya harus ujian teori ( maklum SIM sebelumnya SIM Kalimantan, daripada saya urus ke Kalimantan di Surabaya urus baru ).
Ada 3 ruang tunggu di sana : untuk ujian teori, untuk Foto, dan Pengambilan SIM Jadi. Di masing-masing ruang tunggu ini saya lumayan lama juga ( rata-rata ada 1 - 2 jam ... ). Karena saya orang yang nggak betah nunggu sambil bengong, saya ajak aja orang sekitar saya yang "senasib" ( nunggu, maksudnya ) ngobrol ngalor-ngidul ... yang ujung-ujungnya saya arahkan pembicaraan ke potensi bisnis online ...tanpa menyebutkan VNet dan Viral Marketing..!!
Saya hanya "mengiming-imingi" betapa enaknya :
1. Kerja sambil mangku anak,
2. Kerja sambil dipijitin istri

3. Kerja di rumah, di depan komputer dg koneksi internet
4. Kerja tiap hari cuma pasang-pasang iklan ( gratis, lagi ), terima SMS / email order, dll
Untungnya .. selama saya ngobrol dengan mereka, HP saya nggak berhenti berdering, apakah itu SMS konfirmasi transfer, Telp Masuk dari Jakarta, Semarang dan Bandung ! Saya pamerkan aja ke mereka bahwa saya nggak sedang menjual KECAP !!
Hasilnya ??
Hari itu saya dapat 6 teman baru, saling bertukar no. HP
Hari itu saya merasa bahagia bisa sharing berbagai manfaat kepada mereka
... dan saya tinggal follow up lanjutan ke mereka ( saya tunggu moment tanggal muda, karena mereka semua "Orang Gajian"

Bagaimana kalo' saya melakukan semacam hal di atas 2 hari sekali ?? CAPE' DEH ....

Lha wong lewat internet aja menghasilkan ?

maksud saya, nggak usah sering2 ... yaaah ...sebulan 4 kali sudah lumayan, tho?
Dalam setiap obrolan saya dengan orang-orang / kenalan baru, saya hanya berusaha mengorek sebanyak mungkin informasi dari lawan bicara saya itu. Saya buat dia bercerita banyak tentang dirinya. Sedangkan saya ? Saya hanya menjadi pendengar yang SUPER SETIA dengan sesekali memberikan pertanyaan yang relevan dengan apa yang dia ceritakan. Saya selalu berusaha berEMPATI terhadapnya.
Setelah obrolan menuju pada topik pekerjaan baru disitu saya mulai
"MEMPROVOKASI" dan
"MENCUCI OTAK" teman bicara saya tersebut.
Bagaimana saya MENGEMAS ULANG BISNIS VNET SAYA ?Saya menyatukan Bisnis Vnet kita ini dengan pengetahuan lain dalam dunia online. Bagaimana potensi bisnis via internet, bagaimana menggunakan internet bukan hanya untuk email, chatting, browsing dan surfing terlebih ubtuk melihat2 situs2 PORNO

, dll
Saya
MEMPROVOKASI dia tentang segala kenikmatan bekerja di rumah, tanpa memandang rendah apa statusnya saat itu. Saya
MENCUCI OTAK nya bahwa diluar sana, diluar ZONA NYAMANNYA membentang 1001 kesempatan bisnis yang MUDAH, MURAH dan MENGHASILKAN ... Saya juga menekankan bahwa kegiatan yang saya lakukan adalah membalas email / SMS konfirmasi pembayaran, pasang iklan ini itu yang GRATIS, dan semua itu bisa saya lakukan di rumah saja!
Jika saya melihat sinyal-sinyal ketertarikan di wajah lawan bicara saya tersebut, lantas saya menawarkan kepadanya bahwa saya bersedia belajar bersama jika ia mau mencoba2 merasakan potensi bisnis via internet.
kalaupun toh dia masih ragu ( wajar dong, lha wong baru kenal

) tinggal tuker-tukeran no HP dan saya berjanji akan menghubunginya bahkan kemudian mengunjunginya ...
Lalu, kapan ngomongin VNetnya ? 
Sabaar...saya masih melakukan satu tindakan lagi

Setelah saya kontak via no.HP, saya minta alamat rumah dengan maksud suatu saat akan berkunjung ke sana. Tapi sebenarnya saya tidak langsung mengunjunginya. Saya buat sebuah prospektus yang berisi materi yang bisa dipelajari dan semua keuntungan2 tambahan lain ... lalu saya kirimkan ke alamatnya via pos..
Jika pada kontak berikutnya ternyata ia menyatakan ketertarikannya dan saya menawarkan datang ke rumahnya, maka PERTEMPURAN SEBENARNYA DIMULAI ...!!
Alasan saya mengemas ulang bisnis ini ?Semata-mata karena citra buruk yang terlanjur "melumut" di masyarakat kita mengenai MLM. Jangankan sebut MLM, sebut yang berbau "JARINGAN" saja mereka langsung antipati. Dari sinilah "terpaksa" kita harus cari metode lain untuk mengedukasi mereka akan potensi bisnis jaringan yang sesungguhnya ...
Hukum DALIL 250Coba kita perhatikan di sekitar kita atau semua peristiwa yang pernah kita alami berikut :
1. Kita tentu pernah menghadiri pesta pernikahan ...Dari pengalaman saya, banyak orang yang mau merit dan pesan undangan ke saya dengan jumlah undangan rata-rata 500 undangan. Biasanya, 250 undangan untuk pihak laki dan 250 undangan untuk pihak perempuan.
Dari semua order catering yang masuk ke mama saya, rata-rata mereka order catering 1000 porsi ( 2x jumlah undangan )
2. Kita tentu pernah menghadiri upacara pemakaman atau sekedar melayat ...Walaupun ini jarang dihitung ( kurang kerjaan, kaleee ...

) jumlah pelayat rata-rata 250 orang bahkan lebih! Belum lagi kalo' yg meninggal orang TOP, pejabat, dll
Jadi, apa maksud semua itu ?1. Rata-rata, dalam hidup seseorang ... masing-masing punya kenalan 250 orang bahkan lebih!
2. Jika kita ( sebagai pemasar viral marketing ) membuat citra buruk ke 1 (satu) orang prospek aja, maka kemungkinan besar kita akan kehilangan 250 calon prospek lainnya.
3. Sebaliknya, kalo' kita mampu memberikan TOP SERVICE ke 1 orang, maka kita BERPOTENSI mendapatkan 250 Calon Member dari yang bersangkutan.
4. maka dari itu, kita sebagai Viral Marketer jangan pernah menyia-nyiakan ataupun memandang remeh 1 orang prospekpun ...setuju?
PERCAYA AJA, dari sekian banyak prospek atau DL kita mungkin ... kita pasti menemukan TAMBANG EMAS yang siap membangun jaringan kita.